Minggu, 27 November 2011

Apa itu Xenology ?


                Xenology, salah satu ketertarikan saya pada salah satu yang saya rasa mereka menyebut xenology sebagai salah satu cabang ‘ilmu pengetahuan’, ilmu pengetahuan seperti apakah xenology itu ? disini akan saya bahas J
Pengertian Xenology
                Xenology (from Greek language xenos = "foreign, guest" and λογος (logos) = "word") denotes research or information about foreign, alien, secret or generally unknown things. One who studies xenology is a xenologist. Jadi bisa dikatakan Xenology merupakan cabang ilmu pengetahuan semu (pseudoscience) yang membahas tentang segala sesuatu yang aneh, sesuatu yang misterius yang tidak dibahas mendalam dalam bidang keilmuan lain.

Xenology = Hoax ?
                Banyak yang berpikiran bahwa Xenology itu bohong atau HOAX (berita sampah/bohong) karena semua hal yang berkaitan dengan xenology sangat jauh bahkan hampir atau bahkan tak sampai oleh logika manusia. Karena semua yang dibahas di Xenology ini terbilang ‘aneh’.  Justru disinilah fungsi Xenology sebagai "tempat sampah" pengetahuan-pengetahuan yang mungkin dianggap HOAX di bidang ilmu lain. Tugas mulia yang kita emban (ngaco XD) untuk membuktikan apakah suatu fenomena benar2 HOAX ataukah sebuah unsolved phenomena. Salah satu kesalahan dari (beberapa) pengetahuan mainstream adalah terlalu yakin dengan aksioma dan postulat yang mereka anut tanpa melihat kemungkinan bahwa suatu saat ada hal lain atau hukum lain yang mungkin merombak bidang ilmu pengetahuan tersebut di masa depan.

                Sebagai contoh, sebelum abad Renaissance pemahaman bahwa bumi itu bulat yang dikemukakan Ibnu Hazm (...-1069 M) dianggap HOAX atau omong kosong oleh sebagian masyarakat eropa dan peradaban lain. 400 tahun kemudian barulah sebagian masyarakat dunia (itupun belum semua) sepakat dan kebenaran terkuak bahwa teori yang dikemukakan Copernicus bahwa bumi itu bulat adalah benar.

                Seandainya tidak ada orang yang berpikir out of the box (seperti layaknya kita kita *apalagi sih) mungkin kemajuan ilmu pengetahuan akan tersendat. Kita ga harus menjadi seorang Copernicus untuk membuktikan keanehan suatu fenomena, tetapi setidaknya pikiran kita terbuka untuk dimasuki oleh kemungkinan-kemungkinan lain diluar kemampuan ilmu pengetahuan saat ini.
Ilmu manusia itu hanyalah setetes dibandingkan seluruh air yang ada di lautan.

Sumber Referensi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar